contoh kalimat air staff
- Air Command is commanded by the Chief of the Air Staff.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dipimpin oleh Direktur Jenderal. - If you lose your pickup number, please contact Korean Air staff or our customer service center.
Jika Anda kehilangan nomor penjemputan, hubungi staf Korean Air atau pusat layanan pelanggan kami. - Then we should consult with Genda the new Air Staff Officer on the Akagi, a superb strategist.
Kemudian kita harus berkonsultasi dengan Genda Staf baru Air Officer pada Akagi itu, suatu strategi yang luar biasa. - The Chief of Air Staff, an Air Chief Marshal (ACM), is a four-star commander and commands the Air Force.
Para Kepala Staf Air , Udara Marsekal (ACM), adalah bintang empat komandan dan memerintahkan Angkatan Udara. - The Chief of the Air Staff, Air Marshal Sadique Abubakar, called the event a "very tragic and unfortunate incident" and promised a thorough investigation.
The Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Udara Sadique Abubakar, menyebut, peristiwa itu adalah "sangat tragis dan insiden yang disesalkan" dan berjanji akan segera menelusuri. - He was the CO of No. 7 Squadron, AOC-in-C of Western Command, Vice Chief of the Air Staff before going on to head the IAF.
Ia menjadi perwira komandan No. 7 Squadron, Komandan Perwira Angkatan Udara dari Komando Barat, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara sebelum menjadi kepala IAF. - In July 2009, Former Chief of Air Staff for the Royal Air Force, Air Chief Marshal Sir Glenn Torpy, said that "The Eurofighter Typhoon is an excellent aircraft.
Pada bulan Juli 2009, Mantan Kepala Staf Air untuk Royal Air Force, Marsekal Udara Sir Glenn Torpy, mengatakan bahwa "The Eurofighter Typhoon adalah pesawat yang sangat baik. - He rose from private soldier in World War I to air marshal in 1948, and served as Chief of the Air Staff from 1942 to 1952, the longest continuous tenure of any RAAF chief.
Ia naik pangkat dari prajurit privat pada Perang Dunia I menjadi marsekal udara pada 1948, dan menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara dari 1942 sampai 1952, masa jabatan terlama berkelanjutan dari kepala RAAF manapun. - In August 1976, Indonesian and Israeli Chiefs of Air Staff met during a supposedly coincidental visit to Tehran to discuss the Indonesian procurement of 35 Douglas A-4 Skyhawk fighter aircraft from Israel, which were ultimately delivered in 1981-82.
Bulan Agustus 1976, Kepala Staf Angkatan Udara Indonesia dan Israel bertemu dalam kunjungan dadakan di Tehran untuk membahas pembelian 35 pesawat tempur Douglas A-4 Skyhawk dari Israel yang dikirim pada tahun 1981-82. - He was the Chief of Air Staff at the time of Operation Chengiz Khan, the preemptive strikes that were carried out by the Pakistan Air Force (PAF) that marked the formal initiation of hostilities of the Indo-Pakistani War of 1971.
Ia menjadi Kepala Staf Angkatan Udara pada masa Operasi Chengiz Khan, serangan yang dilakukan oleh Angkatan Udara Pakistan (Pakistan Air Force, PAF) yang menandai inisiasi formal dari pertikaian Perang India-Pakistan 1971. - Trigana Air flights always meet the highest standards for safety and security. All aircraft are equipped with seatbelts, oxygen masks, emergency exits, flotation devices and additional safety features. The Trigana Air staff and cabin crew are professionally trained to provide the highest levels of service while also ensuring passenger safety.
Penerbangan dengan pesawat Trigana telah memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan. Semua fitur standar seperti sabuk pengaman, masker udara, pintu darurat, dan pelampung telah disiapkan oleh maskapai. - The Chief of the Air Staff, Air Vice Marshal George Jones, would later contend that the RAAF, in the words of Air Force historian Alan Stephens, "was 'side-stepped' out of the final victory over Japan by MacArthur, who wanted all the glory for himself".
Kepala Staf Udara, Wakil Marsekal Udara George Jones, kemudian mengatakan bahwa RAAF, seperti dikutip dari sejarawan Angkatan Udara Alan Stephens, "disingkirkan dari kemenangan akhir atas Jepang oleh MacArthur yang menginginkan kejayaan untuk dirinya sendiri". - The USAAF's Assistant Chief of Air Staff, Intelligence and the Committee of Operations Analysts judged that the changing tactical situation in the Pacific and heavy losses of Japanese shipping meant that the Pladjoe refinery was no longer of critical importance to the Japanese war effort.
Asisten Kepala Staf Udara, Intelijensi dan Komite Analis Operasi USAAF menyatakan bahwa situasi taktikal yang berubah di Pasifik dan kekalahan besar perkapalan Jepang menandakan bahwa tempat pengisian bahan bakar Plaju tak lagi sangat berpengaruh bagi upaya perang Jepang.